Dorong Ketahanan Pangan, Kodam Cenderawasih Ajak 2.657 Babinsa

Kodam XVII Cenderawasih menerjunkan 2. 657 Bintara Bina Desa (Babinsa) untuk menyukseskan program ketahanan pangan di Papua serta Papua Barat.

Panglima Kodam XVII Cenderawasih, Mayjen TNI Fransen Siahaan menyampaikan, personelnya yang sejumlah lebih dari 2. 000 orang itu bakal menolong petani serta orang-orang setempat dalam mengelola tempat pertanian.

“Prajurit ini kami terjunkan untuk mengimplementasikan panduan dari KSAD, satu diantaranya dengan lakukan kursus pada beberapa petani lewat cara menolong penyiapan penentuan bibit, pupuk, serta pengairan, ” tuturnya selesai lakukan penanda-tanganan MoU pada Kodam Cenderawasih berbarengan dengan Pemprov Papua serta Papua Barat di Makodam Cenderawasih, Senin (2/2/2015).

Fransen juga mengharapkan ada kekhususan untuk harga jual gabah di dua propinsi itu, dari harga Rp 6. 000 per kg, sekurang-kurangnya jadi Rp 10. 000 per kg. Kenaikan harga gabah itu juga ditujukan untuk menggairahkan produksi petani di tanah Papua.

Beberapa daerah pertanian juga sudah di prioritaskan dalam program ketahanan pangan nasional itu salah satunya Kabupaten Merauke di Papua serta Manokwari di Papua Barat.

Beberapa masalah dalam lakukan program ketahanan pangan juga alami masalah, salah nya ialah problem tempat dan hak ulayat tanah serta pendistribusian serta pemerataan pupuk. Meskipun terdapat banyak daerah untuk menambahkan tempat, ke-2 pemerintah propinsi itu juga tengah giat-giatnya lakukan pengaturan kembali tempat tidur yang peluang bisa dikelola beberapa petani.

“Merauke mempunyai tempat pertanian yang luas. Problem yang dihadapi di sana yaitu irigasinya. Kedepan Bupati Merauke sudah buat irigasi baru serta melakukan perbaikan irigasi yang rusak. Sesaat di lokasi pegunungan Papua bakal diberdayakan tanaman kedelai serta jagung, ” tuturnya.

Wakil Ketua Bagian Pertanian Kadin Papua, Iriansyah menyampaikan keikut-sertaan Babinsa dalam program ketahanan pangan di Papua dapat beresiko positif, bila ada pembinaan pada beberapa petani di tanah Papua.

“Program ini kan yang perlu dibina petaninya. Berapakah juga banyak Babinsa yang di turunkan, akan tidak sukses bila tak ada pembinaan pada petani. Sebab bila yang bekerja yaitu babinsa serta program usai, jadi pelaksanaan pastinya akan usai juga. Janganlah ada optimalisasi tempat, naum petaninya tak ada, ” katanya. Hidroponik

Untuk mensupport ketahanan pangan, pemerintah juga diwajibkan sediakan pupuk subsidi seperti petani setempat. Sekarang ini pupuk subsidi yang ada untuk Papua, sejumlah 7000 ton serta ada menambahkan 1000 ton pupuk urea untuk petani setempat.

“Kebanyakan petani kami sekarang ini kesusahan untuk memperoleh pupuk. Sekarang ini, harga pupuk non subsidi, nyaris sama juga dengan harga pupuk nasional Rp 90 ribu, ” tuturnya.

Kadin setempat juga memetakan beberapa daerah yang pas jadikan tempat pertanian, salah satunya Merauke, Nabire, Kota Jayapura, Keerom dapat ditanami padi ladang, bukanlah padi sawah, karna tidak punyai irigasi.

Sesaat Kabupaten Jayapura dapat ditanami padi sawah karna telah dibangu irigasi di daerah Yapsi. Sedang untuk lokasi pegunungan tengah Papua, di antara Kabupaten Jayawijaya serta Yahukimo. Baca Juga Cara Menanam Cabai di : http://berkebun.web.id/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *