Facebook Diminta Hapus Posting Ujaran Kebencian

Facebook diperintahkan untuk menghapus beragam content yang dinilai sebagai ujaran kebencian. Perintah ini didapatkan dari pengadilan Austria menyusul kalahnya raksasa media sosial itu dalam perkara provokasi on-line.

Berdasar pada perintah pengadilan, Facebook tidak cuma diharuskan menghapus ujaran kebencian yang ada di Austria saja, tetapi mesti menghapus ujaran itu dari basis mereka.

Ditulis KompasTekno dari TechCrunch, Selasa (9/5/2017), perkara itu bermula dari satu hinaan pada Eva Glaswischnig, pemimpin Laga Green. Hinaan itu diupload ke Facebook oleh satu akun palsu.

Laga Green lalu memohon Facebook untuk menghapus hinaan itu. Tetapi menurut mereka, raksasa sosial media itu tidak bergeming serta content diisi hinaan pada Glascwischnig tetap masih dilewatkan tampil.

Selanjutnya, Laga bikin laporan serta memperkarakan aksi Facebook itu ke pengadilan. Sampai akhisnya Pengadilan Komersial Wina, pada Desember lantas, memerintahkan Facebook untuk menghapus semua content yang dinilai diisi ujaran kebencian berdasar pada hukum Austria.

Facebook juga ajukan banding, namun saat ini sudah tampak kalau usaha itu tidak berhasil. Pengadilan malah menguatkan keputusannya serta memerintahkan Facebook untuk menghapus content original sekalian beragam repost yang diisi ujaran kebencian, termasuk juga di dalamnya content diisi hinaan pada Glaswischnig.

Pengadilan juga memperluas jangkauan perintah itu, yaitu memohon Facebook untuk menghapus content berkaitan dengan cara global.

Diluar itu, saat ini laga juga tengah punya niat lebih menghimpit Facebook supaya ingin menyerahkan jati diri yang memiliki akun palsu yang digunakan mengejek Glaswischnig dan menuntut ganti rugi atas penyebaran hinaan itu.

“Facebook harusnya hadapi tuduhan kalau mereka yaitu basis kebencian paling besar didunia serta mereka tak lakukan apa-apa untuk melawannya, ” tutur politisi Laga Green, Dieter Brosz.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *