Seperti yaKementerian PUPR Segera Gunakan Teknologi Informasi dalam Format iBuildng diprediksikan sejak bertahun-tahun lalu, teknologi akan benar-benar masuk ke segala lini kehidupan manusia. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya perangkat elektronik dan listrik yang diciptakan untuk membantu dan mempermudah kerja atau aktivitas manusia. Beberapa waktu lalu, ada wacana pemanfaatan teknologi informasi yang bakal dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam pengembangan properti serta untuk menangani masalah perumahaan yang selama ini masih menjadi momok para developer juga berimbas pada customer. Dalam sebuah workshop yang digelar bersama dengan pihak World Bank bertajuk “Disruptive Technology for Affordable Housing,” Kementerian PUPR memaparkan masalah penggunaan teknologi informasi untuk membantu semua pihak untuk mengakses segala informasi terkait dengan perumahan di Tanah Air. Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti juga menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada satu website yang diciptakan untuk menjadi wadah informasi terkait dengan perumahan. Oleh karenanya, dengan pemanfaatan teknologi informasi tersebut, maka diharapkan dapat menjadi langkah bagus untuk kemajuan sektor perumahan di Indonesia. Khalawi selaku Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan juga menambahkan bahwa dengan tidak adanya wadah khusus seperti itu, maka masyarakat Indonesia selaku customer akan kesulitan untuk mengetahui dan mencari segala informasi terkait perumahan yang dapat diakses secara online. Seusai workshop tersebut, Kementerian PUPR memiliki wacana untuk menciptakan platform khusus untuk menjadi integrator setiap stakeholder untuk dapat bersama-sama membahas langkah-langkah yang dapat diaplikasikan guna menyediakan perumahan dengan harga terjangkau. Platform tersebut dinamakan iBuild yang mana nantinya akan berisikan semua informasi terkait dengan perumahan, mulai dari kontraktor, arsitek, bagan rumah, pemasok, pemberi pinjaman sampai dengan lokasi dan dapat diakses oleh para customer secara langsung. CEO iBuild Lew Schulman turut menjelaskan bahwa keuntungan dari penggunaan iBuild ini adalah agar customer dapat dengan mudah mencari dan mengetahui katalog desain yang dapat digunakannya untuk rumah barunya nanti dengan range biaya berbeda-beda yang dapat dipilihnya sendiri. Tidak hanya itu saja, dengan iBuild, customer akan dapat dengan mudah melakukan pembayaran secara online dan dapat memonitori progres dari pembangunan huniannya itu tanpa harus datang langsung ke lokasi melalui foto atau video. Tidak hanya bermanfaat bagi customer saja, iBuild ini juga dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk mencari pekerjaan, mendapatkan sertifikasi yang diteritkan oleh otoritas lokal, menelusuri pengalaman dan kredibilitas developer sampai dengan mengetahui masalah gaji secara langsung dan transfparan. Memang belum ada pembahasan yang lebih lanjut mengenai penggunaan teknologi informasi ini, namun ada harapan jika benar-benar dikembangkan secara serius dan berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan akan tercipta sebuah ekosistem hunian berteknologi tinggi nantinya, seperti yang diterapkan di Jepang dengan konsep smart living. Memang sekarang ini sudah ada pengembang di Indonesia yang mencoba menerapkan konsep smart living tersebut di Tanah Air, yaitu PT PanaHome Deltamas Indonesia (PDHI). Namun smart living tersebut sekarang ini masih dalam proses penggarapan. Menurut Wulang Nur Dwiyatmoko sebagai General Manager dari PT PanaHome Deltamas Indonesia, proyek yang dinamakan Savasa tersebut memang mengadopsi konsep smart living dari Jepang yang mana mengedepankan dan menyeimbangkan sisi kenyamanan serta keamanan. Sisi kenyamanan yang dimaksud adalah penggunaan teknologi powertech dan puretech. Sedangkan untuk sisi keamanan, akan digunakannya sensor perbatasan sampai dengan penggunaan jaringan CCTV agar dapat menjadi pembatas serta pemantau setiap tempat yang masuk dalam lingkup proyek Savasa itu.

Kementerian PUPR Segera Gunakan Teknologi Informasi dalam Format iBuild

Seperti yang diprediksikan sejak bertahun-tahun lalu, teknologi akan benar-benar masuk ke segala lini kehidupan manusia. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya perangkat elektronik dan listrik yang diciptakan untuk membantu dan mempermudah kerja atau aktivitas manusia.

Beberapa waktu lalu, ada wacana pemanfaatan teknologi informasi yang bakal dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam pengembangan properti serta untuk menangani masalah perumahaan yang selama ini masih menjadi momok para developer juga berimbas pada customer.

Seperti yang diprediksikan sejak bertahun-tahun lalu, teknologi akan benar-benar masuk ke segala lini kehidupan manusia. Hal tersebut dibuktikan dengan banyaknya perangkat elektronik dan listrik yang diciptakan untuk membantu dan mempermudah kerja atau aktivitas manusia. Beberapa waktu lalu, ada wacana pemanfaatan teknologi informasi yang bakal dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dalam pengembangan properti serta untuk menangani masalah perumahaan yang selama ini masih menjadi momok para developer juga berimbas pada customer. Dalam sebuah workshop yang digelar bersama dengan pihak World Bank bertajuk “Disruptive Technology for Affordable Housing,” Kementerian PUPR memaparkan masalah penggunaan teknologi informasi untuk membantu semua pihak untuk mengakses segala informasi terkait dengan perumahan di Tanah Air. Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti juga menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada satu website yang diciptakan untuk menjadi wadah informasi terkait dengan perumahan. Oleh karenanya, dengan pemanfaatan teknologi informasi tersebut, maka diharapkan dapat menjadi langkah bagus untuk kemajuan sektor perumahan di Indonesia. Khalawi selaku Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan juga menambahkan bahwa dengan tidak adanya wadah khusus seperti itu, maka masyarakat Indonesia selaku customer akan kesulitan untuk mengetahui dan mencari segala informasi terkait perumahan yang dapat diakses secara online. Seusai workshop tersebut, Kementerian PUPR memiliki wacana untuk menciptakan platform khusus untuk menjadi integrator setiap stakeholder untuk dapat bersama-sama membahas langkah-langkah yang dapat diaplikasikan guna menyediakan perumahan dengan harga terjangkau. Platform tersebut dinamakan iBuild yang mana nantinya akan berisikan semua informasi terkait dengan perumahan, mulai dari kontraktor, arsitek, bagan rumah, pemasok, pemberi pinjaman sampai dengan lokasi dan dapat diakses oleh para customer secara langsung. CEO iBuild Lew Schulman turut menjelaskan bahwa keuntungan dari penggunaan iBuild ini adalah agar customer dapat dengan mudah mencari dan mengetahui katalog desain yang dapat digunakannya untuk rumah barunya nanti dengan range biaya berbeda-beda yang dapat dipilihnya sendiri. Tidak hanya itu saja, dengan iBuild, customer akan dapat dengan mudah melakukan pembayaran secara online dan dapat memonitori progres dari pembangunan huniannya itu tanpa harus datang langsung ke lokasi melalui foto atau video. Tidak hanya bermanfaat bagi customer saja, iBuild ini juga dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk mencari pekerjaan, mendapatkan sertifikasi yang diteritkan oleh otoritas lokal, menelusuri pengalaman dan kredibilitas developer sampai dengan mengetahui masalah gaji secara langsung dan transfparan. Memang belum ada pembahasan yang lebih lanjut mengenai penggunaan teknologi informasi ini, namun ada harapan jika benar-benar dikembangkan secara serius dan berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan akan tercipta sebuah ekosistem hunian berteknologi tinggi nantinya, seperti yang diterapkan di Jepang dengan konsep smart living. Memang sekarang ini sudah ada pengembang di Indonesia yang mencoba menerapkan konsep smart living tersebut di Tanah Air, yaitu PT PanaHome Deltamas Indonesia (PDHI). Namun smart living tersebut sekarang ini masih dalam proses penggarapan. Menurut Wulang Nur Dwiyatmoko sebagai General Manager dari PT PanaHome Deltamas Indonesia, proyek yang dinamakan Savasa tersebut memang mengadopsi konsep smart living dari Jepang yang mana mengedepankan dan menyeimbangkan sisi kenyamanan serta keamanan. Sisi kenyamanan yang dimaksud adalah penggunaan teknologi powertech dan puretech. Sedangkan untuk sisi keamanan, akan digunakannya sensor perbatasan sampai dengan penggunaan jaringan CCTV agar dapat menjadi pembatas serta pemantau setiap tempat yang masuk dalam lingkup proyek Savasa itu.

Dalam sebuah workshop yang digelar bersama dengan pihak World Bank bertajuk “Disruptive Technology for Affordable Housing,” Kementerian PUPR memaparkan masalah penggunaan teknologi informasi untuk membantu semua pihak untuk mengakses segala informasi terkait dengan perumahan di Tanah Air.

Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan Lana Winayanti juga menjelaskan bahwa sejauh ini belum ada satu website yang diciptakan untuk menjadi wadah informasi terkait dengan perumahan. Oleh karenanya, dengan pemanfaatan teknologi informasi tersebut, maka diharapkan dapat menjadi langkah bagus untuk kemajuan sektor perumahan di Indonesia.

Khalawi selaku Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan juga menambahkan bahwa dengan tidak adanya wadah khusus seperti itu, maka masyarakat Indonesia selaku customer akan kesulitan untuk mengetahui dan mencari segala informasi terkait perumahan yang dapat diakses secara online.

Seusai workshop tersebut, Kementerian PUPR memiliki wacana untuk menciptakan platform khusus untuk menjadi integrator setiap stakeholder untuk dapat bersama-sama membahas langkah-langkah yang dapat diaplikasikan guna menyediakan perumahan dengan harga terjangkau.

Kementerian PUPR Segera Gunakan Teknologi Informasi dalam Format iBuild

 

Platform tersebut dinamakan iBuild yang mana nantinya akan berisikan semua informasi terkait dengan perumahan, mulai dari kontraktor, arsitek, bagan rumah, pemasok, pemberi pinjaman sampai dengan lokasi dan dapat diakses oleh para customer secara langsung.

CEO iBuild Lew Schulman turut menjelaskan bahwa keuntungan dari penggunaan iBuild ini adalah agar customer dapat dengan mudah mencari dan mengetahui katalog desain yang dapat digunakannya untuk rumah barunya nanti dengan range biaya berbeda-beda yang dapat dipilihnya sendiri. Tidak hanya itu saja, dengan iBuild, customer akan dapat dengan mudah melakukan pembayaran secara online dan dapat memonitori progres dari pembangunan huniannya itu tanpa harus datang langsung ke lokasi melalui foto atau video.

Tidak hanya bermanfaat bagi customer saja, iBuild ini juga dapat dimanfaatkan oleh para pekerja untuk mencari pekerjaan, mendapatkan sertifikasi yang diteritkan oleh otoritas lokal, menelusuri pengalaman dan kredibilitas developer sampai dengan mengetahui masalah gaji secara langsung dan transfparan.

Memang belum ada pembahasan yang lebih lanjut mengenai penggunaan teknologi informasi ini, namun ada harapan jika benar-benar dikembangkan secara serius dan berkelanjutan, tidak menutup kemungkinan akan tercipta sebuah ekosistem hunian berteknologi tinggi nantinya, seperti yang diterapkan di Jepang dengan konsep smart living.

Memang sekarang ini sudah ada pengembang di Indonesia yang mencoba menerapkan konsep smart living tersebut di Tanah Air, yaitu PT PanaHome Deltamas Indonesia (PDHI). Namun smart living tersebut sekarang ini masih dalam proses penggarapan.

Menurut Wulang Nur Dwiyatmoko sebagai General Manager dari PT PanaHome Deltamas Indonesia, proyek yang dinamakan Savasa tersebut memang mengadopsi konsep smart living dari Jepang yang mana mengedepankan dan menyeimbangkan sisi kenyamanan serta keamanan.

Sisi kenyamanan yang dimaksud adalah penggunaan teknologi powertech dan puretech. Sedangkan untuk sisi keamanan, akan digunakannya sensor perbatasan sampai dengan penggunaan jaringan CCTV agar dapat menjadi pembatas serta pemantau setiap tempat yang masuk dalam lingkup proyek Savasa itu.