Wanita Melek TIK adalah Suatu Keharusan

Wanita Melek TIK adalah Suatu Keharusan

Jika dalam beberapa puluh tahun lalu ada anggapan bahwa wanita memiliki tempat di belakang pria dan harus selalu tertinggal dalam segala hal, terutama ketika sudah menikah. Dengan semakin berkembangnya peradaban dan kebudayaan, pemahaman seperti secara perlahan sudah mulai terkikis dan ditinggalkan.

Sekarang ini sudah ada banyak wanita yang mulai berani keluar dan bersaing ketat dengan pria dalam hal pekerjaan. Bahkan dalam bidang teknologi informasi yang dulunya hanya dikuasai dan didominasi kaum pria, sekarang ini tidak sedikit wanita yang juga mahir di dalamnya.

Menurut banyak pengamat, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan tentu saja internet seperti sekarang ini maka membuka peluang bagi para perempuan untuk mengembangkan passion serta mendapatkan karir bagus dalam bidang tersebut.

Wanita Melek TIK adalah Suatu Keharusan

Menurut seorang Guru Besar Sosiologi Fisipol Universitas Gajah Mada Yogyakarta, Partini, salah satu alasan kenapa wanita sangat cocok jika harus berkecimpung dan mengembangkan diri dalam bidang teknologi informasi. Hal itu disebabkan wanita memiliki sifat sabar, tekun dan lebih teliti dibandingkan pria.

Partini juga mengungkapkan bahwa dengan perkembangan dunia teknologi informasi ini maka membuat para wanita yang selama ini menjadi silent listerner dan silent reader akhirnya berani speak up dan mendobrak dominasi kaum pria.

Bahkan seorang Technical Account Manager Microsoft, Atimas Nurahmad yang juga berjenis kelamin wanita ini seperti turut membenarkan apa yang dikatakan Partini tersebut. Menurut Atimas, persepsi bahwa wanita adalah pihak terbelakang yang gagap teknologi adalah salah besar.

Stereotipe bahwa pria lebih unggul ketika harus mengerjakan hal-hal yang terkait dengan teknologi daripada wanita karena kaum Adam menggunakan logika daripada kaum Hawa yang lebih mengutamakan emosi. Namun justru penggunaan emosi tersebut, menurut Atimas, membuat para wanita lebih peka, teliti dan sabar dalam mengerjakan suatu project terkait dengan teknologi.

 

Wanita Melek TIK adalah Suatu Keharusan

Selain Atimas yang berhasil menjadi seorang manajer di sebuah perusahaan yang berbasis teknologi seperti Microsoft itu, ada pula bukti lain bahwa kaum Hawa tidaklah kalah dari kaum Adam dalam hal teknologi informasi, yaitu ada dalam diri Pandu Sastrowardoyo yang berkat ketekunan dan ketelatenannya berhasil mendirikan sekaligus menjabat sebagai Chairwoman of the Board of Directors Blockchain Zoo.

Blockchain Zoo sendiri merupakan perusahaan berbasis teknologi yang memiliki tugas untuk memberikan edukasi ke semua pihak terkait dengan blockchain tersebut.

Namun satu hal yang unik adalah sebelum mendirikan Blockchain Zoo ini, Pandu mengaku selama bertahun-tahun berkecimpung dalam hal penjualan dan marketing, namun dia ingin mencoba terjun ke dunia teknologi informasi yang sangat asing baginya.

Menurut Pandu adalah salah jika mendeskriditkan wanita hanya didasarkan pada fisik semata karena dari segi intelijensi dan kemampuan, perempuan tidak kalah dengan pria, bahkan dalam dunia teknologi informasi. Sekarang ini, menurutnya, sudah ada banyak sekali perempuan yang sukses membuktikan diri sebagai pendobrak dominasi pria dalam dunia teknologi informasi dan menduduki posisi penting.

Pandu juga menjelaskan bahwa wanita justru lebih banyak memunculkan data dibandingkan pria dikarenakan mereka lebih sering menggunakan perangkat mobile dan berinteraksi di sosial media setiap harinya. Dengan bukti tersebut, maka Pandu menyimpulkan bahwa adopsi teknologi yang dilakukan kaum Hawa lebih besar dibandingkan dengan kaum Adam sekarang ini.

Jadi dengan persaingan di segala bidang seperti sekarang ini, Indonesia juga harus memiliki ‘para pejuang’ di bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang mana tidak lagi didominasi kaum pria.